The other day I came across an old Indonesian encyclopedia from the year 1973. Here’s the entry on the island of Flores, copied verbatim, with the old spelling unchanged:
Flores
pulau, terletak antara 119°48’ Budjur Timur – 123°1’ Budjur Timur dan 8°3’ Lintang Selatan – 8°58’ Lintang Selatan luasnja ± 14.273 km². Pantai Barat tinggi atau berteras-teras; dipantai Utara terdapat punggung-punggung pegunungan; hanja di beberapa tempat berdapat dataran rendah; pantai Timur mempunjai dua teluk, pantai Selatan sebelah Timur sampai Teluk Ende tinggi, sebelah Barat rendah dan rata. Disepandjang pulau terdapat pegunungan dengan puntjak pegunungan Ruteng (2.300 m), Gunung Inerie (2.400 m). Sungai-sungai pendek dan tak berarti untuk pelajaran. Musim Timur merupakan musim kemarau jang pandjang, musim hudjan pendek dengan hudjan jang djatuhnja deras. Tanaman penting: padi, djagung, sagu, kelapa, kapas, kajumanis, kopi. Ternak jang penting: kuda, kerbau, babi, kambing dan biri-biri. Dewasa ini direntjanakan perusahaan kapas negera. Penduduk Flores Barat berkeluarga dengan sukubangsa-sukubangsa di Indonesia Barat (Melaju), di Flores Timur berkeluarga dengan sukubangsa-sukubangsa Indonesia Timur (Irian), badan lebih besar, kulit hitam dan rambut keriting.
Daerah Tingkat II di pulau Flores. Djumlah penduduk 194.203.
Filed under: Uncategorized